Pages

Minggu, 15 Oktober 2017

Kreatifitas Fasilitas Latihan Karate

Inkanaschampions-dojo
Minimnya fasilitas dalam sebuah dojo sangat berpengaruh terhadap semangat berlatih atlit. Atlit hanya berlatih secara konvensional melakukan gerakan dasar (kihon) maju dan mundur. Melakukan latihan kata dengan menghitung gerakannya sampai kata beres.
Untuk membuat fasilitas latihan yang memadai tidak harus dengan biaya yang mahal. Dengan sedikit memutar otak kita bisa mendapat solusi. Kita bisa menggunakan sandal kohai sebabagai sasaran tendangan atau pukulan. Untuk mengganti cone saat melatih kecepatan kita bisa ganti dengan botol bekas ait mineral. Masih banyak ide-ide cemerlang yang bisa kita aplikasikan saat latihan agar latihan tidak monoton. Saya tunggu ide-ide yang lain dari kohai, senpai dan sensei. Silahkan mengisi kolom komentar.
Wassalamualaikum wr wb
Osh...

Jumat, 05 Februari 2016

Teknik Latihan Karate

TEKNIK LATIHAN KARATE

PRINSIP-PRINSIP DASAR
OLAH RAGA KARATE

OLEH :
ROSI H KRAMATMADJA


I. PENDAHULUAN

Karate sebagai salah satu cabang olah raga prestasi, tak luput dari perkembangan IPTEK Olahraga, meski belum bisa dilakukan secara menyeluruh tentang IPTEK olah raga ini, masih banyaknya kendala yang ditemui, sebagai contoh misalnya belum meratanya penyebaran IPTEK Olah raga baik ke tingkat Pengda Forki maupun Perguruan, sehingga masih banyaknya metode konfensional yang masih terpaku dengan sistim pembinaan yang tradisional bahkan sangat panatik dengan sistim yang ortodok .
Sistem tradisional yang masih kental terasa adalah pada sistem latihan yang tidak berpegang pada prinsip-prinsip dasar olah raga prestasi dengan benar. Tidak jarang seorang pelatih ingin menambah porsi latihan anak didiknya dengan menambah durasi latihan, tanpa memperhatikan kualitas latihan, intensitas, skill kontrol dan lain-lain, sehingga hasil yang didapat dari latihan kurang nyata keberhasilannya.
Bagaimana prinsip latihan karate yang benar menurut IPTEK Olahraga ? apa dan bagaiman kualitas latihan serta intensitas latihan ?

II. PEMBAHASAN

Latihan atau training adalah : suatu proses berlatih yang sistematis, yang dilakukan scara berulang-ulang, dan kian hari makin bertambah bebannya.
( Harsono ).
Supaya hasil latihan menjadi nyata dalam bentuk prestasi, haruslah berpedoman pada teori serta prinsip yang benar yang sudah teruji kebenarannya.

Prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki seorang pelatih diantaranya :

2.1. Pemanasan Tubuh

Pemanasan Tubuh atau warming up atau pada Olah raga karate sering disebut Taisho, dilakukan sebelum latihan inti, tujuan dari pemanasan itu sendiri adalah :

a. Atlet lebih siap secara fisik dan psikis untuk melakukan gerakan –gerakan inti baik dalam bentuk KIHON, GOHON, KATA maupun KUMITE.

b. Karena secara fisik atau psikis atlet merasa sudah siap, maka karateka lebih sedikit kemungkinan terjadinya cedera.

c. Karateka akan lebih mudah melakukan koordinasi gerakan-gerakkan yang komplek.
Sistematika pemanasan tubuh yang baik, pada dasarnya sama , tergantung kondisi pada saat dilapangan artinya situasional. Secara umum pemanasan diawali dengan stretching atau peregangan atau pemanasan statis, kemudian diawali dengan pemanasan dinamis dengan cara merenggut-renggutkan atau menghentak-hentakan bagian tubuh yang hendak kita panaskan sehingga merangsang otot-otot besar untuk beraktifitas. Sering kali dilanjutkan dengan joging. Atau wind-spint. Tetapi apabila dilapangan kurang pas dengan sistematika diatas bisa dirubah dengan susunan sebaliknya, tetapi harus hati-hati, karena apabila langsung dikejutkan dengan tugas gerak yang dihentak, kaget, kecepatan dll, akan cedera yang berakibat fatal.
Tidak kalah pentingnya adalah pendinginan tubuh atau cooling down, yang dilakukan pada saat akhir latihan. Cooling down atau pendinginan ini bertujuan agar tidak terjadi pengendapan asam laktat atau asam susu yang menyebabkan kekakuan otot, dan kesakitan otot pada keesokan harinya. Pendingin sangat bertolak belakang sekali dengan pemanasan, karena tidak terjadi lagi gerakan yang dihentak-hentak tetapi bersifat merilekskan otot dan sendi.


2.2. Multilateral

Multilateral atau menyeluruh adalah mamberikan materi latihan secara keseluruhan atau secara umum bentuk-bentuk teknik yang akan dilatihkan pada satu season itu. Misalnya seorang pelatih setelah pemanasan memberikan teknik-teknik KIHON sebelum akhirnya ke latihan inti baik latihan KATA maupun latihan KUMITE.

Adapun prinsip Multilateral ini juga bisa diterapkan pada sistem pembinaan terhadap seorang atlet. Seorang anak akan lebih baik jika tidak terlalu dini untuk memilih satu cabang olahraga tertentu ( kecuali senam ), dengan kata lain berikanlah pengalaman gerak sebanyak-banyaknya kepada seorang anak dari berbagai cabang olah raga, sebelum difokuskan pada satu cabang olah raga. Demikian pula dengan seorang Karateka muda usia, idealnya belum bisa difokuskan untuk memilih satu nomor spesialisasinya (KATA atau KUMITE)
Untuk menjadi seorang pemain KATA atau KUMITE, berikanlah kepadanya pengalaman gerak sebanyak mungkin tentang teknik KIHON, KATA maupun KUMITE, untuk kemudian kita arahkan kepadanya sesuai dengan kemampuan gerak, postur tubuh dan yang tidak kalah penting adalah peluang.

Disinilah pelatih harus jeli serta dituntut kesabaran agar tidak tergesa-gesa ingin menuai hasil dari Karateka binaannya, dalam arti tidak mengharapkan prestasi prematur sehingga memberikan latihan dengan potong kompas, yang akibatnya prestasi pada masa golden age tidak tercapai.

2.3. Spesialisasi

Berbanding terbalik dengan prinsip Multilateral, spesialisasi akan diberikan kepada seorang Karateka jika menurut pandangan pelatih sudah cukup untuk diberikan program spesialisasi. Hal mana tujuan Karateka yang kita latih sudah lebih jelas arahnya, yaitu untuk menjadi seorang pemain Kumite atau untuk menjadi seorang pemain KATA, setelah melalui pase multilateral yang dianggap cukup. Penerapan prinsip spesialisasi pada anak-anak atau karateka muda harus hati-hati dan dengan pertimbangan yang cerdikserta selalu berpedoman dari cukupnya prinsip multilateral diterapkan.
Spesialisasi juga bisa diartikan mencurahkan segala kemampuan, baik fisik maupun psikis pada satu teknik andalan, atau jurus andalan (TOKUI)

2.4. Metode Latihan

Beberapa metode latihan yaitu :

a. Metode latihan motorik, yaitu melakukan latihan-latihan teknik dengan cara bergerak sebagaimana teknik karate itu harus dilakukan.

b. Metode latihan nir-motorik , yaitu melakukan latihan –latihan teknik dengan cara tidak bergerak, dengan kata lain melatih dalam bentuk membayangkan atau memvisualisasikan. Namun metode ini saja tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan gerakkan latihan ”motorik”,BMC (brain MuscleConnection). Nirmotorik akan berhasil jika kita mampu membayangkan gerakan-gerakan teknik dengan jelas atau dapat terlihat pada bayangan kita secara nyata, serta kita dapat mengoperasiakan mengenai gerakan yang dimaksud, dengan demikian kita bisa memperoleh dimensi kognitif, bisa diambil dari gerakan teknik yang benar baik video kita sendiri maupun membayangkan teknik yang benar yang pernah dilihat sebelumnya.

c. Metode bagian, yaitu memberikan tahapan-tahapan dari suatu teknik dengan kata lain memberikan materi latihan per bagian, yang kemudian diberikan secara utuh apabila tahapan demi tahapannya telah selesai. Misalnya untuk melatih1 teknik Mawashi geri, yaitu : tahap pertama karateka disuruh mengangkat kaki setinggi lutut 3-5 x, kemudian putar pinggang 3-5x, kaki tumpu berputar 900, pada posisi kaki masih diatas maka luruskan tungkai dengan perkenaan bola-bola kaki…………………dst.

d. Metode menyeluruh, yaitu memberikan atau mengajarkan teknik secara utuh. Misalnya untuk teknik Mawashi geri pelatih memberikan tendangan Mawashi geri secara langsung hingga perkenaan pada target.

e. Metode menciptakan stres yang tiba-tiba dan tanpa diduga-duga sebelumnya. Misalnya didatangkan karateka yang sering menjadi rekannya, atau disparing dengan yang jauh lebih berat dari badannya,pemain KATA harus main KUMITE atau sebaliknya (tanpa menimbulkan resiko yang berarti).

f. Latihan isolasi, yaitu Karateka harus berlatih tanpa disaksikan langsung oleh senpainya atau senseinya. Maksud dari latihan itu untuk mempersiapkan Karateka agar mandiri, karena situasi demikian akan ia hadapi pada saat pertandingan. Latihan demikian sangat penting juga agar seorang Karateka tidak terlalu bergantung pada pelatih.

g. Latihan dengan simulasi, yaitu memberikan materi latihan dengan permainan seperti pada saat bertanding misalnya dengan memberikan nilai terlebih dahulu pada lawan atau sebaliknya. Atau diciptakan kondisi sedemikian rupa agar menyerupai pertandingan sesungguhnya.

2.5. Berfikir Positif

Tidak jarang seorang Karateka melakukan dengan hati yang berat, tidak bersemangat, tidak mood hal ini disebabkan oleh karena “ iner speaking” nya tidak mendukung. Padahal mereka sebenarnya mampu untuk menanggung suatu beban latihan yang berat dari perkiraan semula.

Misalnya seorang Karateka trauma hari “Rabu” karena latihan hari Rabu adalah latihan fisik, sehingga setiap kali latihan hari Rabu akan datang, maka badan terasa panas, mual, sakit kepala, pegal-pegal, tak jarang hingga menggigil dsb. Kondisi seperti ini sebenarnya bisa kita lawan

dengan iner speakingnya yang positif. Misalnya :…… saya bisa, ………saya mampu, ………..saya yakin……….kondisi saya fit, ……….dsb” Karena kebiasaan-kebiasaan seperti inilah yang akan muncul pada saat bertanding nanti.

2.6. Beban Lebih (Over Load)


Prinsip beban lebih atau over load atau progresive resistance, yaitu prinsip latihan yang menekankan pada pembebanan latihan yang semakin berat. Seorang Karateka harus selalu berusaha untuk berlatih dengan beban yang lebih berat dari pada yang mampu dilakukannya saat itu.

Sebagai contoh, Seorang Karateka melakukan latihan Mawashi geri tanpa turun kaki, pada minggu-mingu pertama 30x, minggu kedua 40x, minggu keempat 50x, …….dst.

Pada awal latihan teknik Mawashi geri tentu akan terasa sangat berat dilakukannya, seperti halnya tendangan dengan 30x pada minggu pertama akan sama beratnya dengan tendangan Mawashi Geri pada minggu ke sekian dengan 100x tendangan. Dengan demikian pembebanan yang kian meningkat akan sejalan dengan kemampuan otot serta system dengan fungsi Faal lainya.

Setiap bentuk latihan, baik latihan teknik, fisik, taktik, dan mental harus berpedoman pada prinsip beban lebih ini. Jika beban latihan terlalu ringan, artinya beban latihan seorang Karateka dibawah kemampuan sesungguhnya, maka berapa lamapun ia berlatih, betapa sering pun berlatih, prestasinya tidak akan meningkat. Dengan kata lain latihan harus bisa menyeluruh bahkan melebihi ambang rangsang seorang Karateka.
Akan tetapi perlu juga kita perhatikan agar tidak timbul cedera dan over training, beban berat tersebut harus berada pada batas – batas kemampuan atlet untuk mengatasinya. Jka beban terlalu berat pun perkembangan tidak akan terjadi.

2.7. Intensitas Latihan

Latihan dikatakan intensif jika : latihan-latihan yang dilakukan memacu jantung masuk pada zona latihan. Sebagai tolak ukur menentukan kadar intensitas latihan, khususnya untuk perkembangan daya tahan kardiovascular, kita dapat menerpkan teori Katch dan Mc Ardle, yaitu :

a. Menghitung denyut nadi maksimal (DNM) caranya : 220 – UMUR

b. Intensitas latihan, bagi orang yang bukan atlet tentukan intensitas antara 70% - 85% dari DNM. Untuk atlet 80% - 90% dari DNM, dengan kata lain rumus intensitas latihan atlet adalah 220 – UMUR x 80% s.d 90%. Untuk Karateka elit biasanya sampai 100 ahkan 110 %.

c. DNL (Denyut Nadi Latihan) dipertahankan selama 45 – 120 menit.
Contoh :
Karateka A berusia 20 tahun, akan melakukan latihan untuk untuk olahraga prestasi pada suatu season latihan. Maka karateka A, akan dikatakan latihan secara intensif jika menyentuh ambang rangsang lathan yaitu pada zona sebagai berikut :
220 – 20 tahun x 80 % = 160 denyut/menit
220 – 20 tahun x 90 % = 180 denyut/menit
Karateka A harus berlatih intensif antara DNL 160x s.d 180x/ menit . DNL ini harus dipertahankan selama 45-120 menit.

Jika pelatih akan memberikan waktu untuk beristirahat kepadanya maka berikannlah istirahat aktif dengan berjalan, atau mengerak-gerakan anggota badannya, dan harus diketahui yang lainya, dan harus diketahui pula bahwa latihan intensif memberikan latihan hingga DN (Denyut Nadi) 120x/menit. Sehingga seorang Karateka A jika DN istirahatnya sudah 120x/menit, maka segeralah untuk melanjutkan kembali latihannya.

2.8. Kualitas Latihan

Kualitas latihan sebaiknya ditekankan sejak awal sekali latihan, misalnya seorang pelatih ingin melatih teknik Mawashi Geri, maka tunjukanlah terlebih dahulu bentuk teknik tersebut dengan benar. Berikanlah kesempatan kepada Karateka kita untuk mengulang-ulang teknik yang benar tersebut, sehingga menjadi suatu rangkaian gerak yang continue dan terjadi otomatisasi motorik untuk teknik tersebut.
Jika bentuk teknik Mawashi Geri yang kita harapkan sudah benar, maka tingkatkanlah bentuk-bentuk latihan tersebut agar lebih intensif. Dengan kata lain kualitas harus lebih diutamakan dari pada intensitas. Sering kali latihan sudah intensif, sudah menguras tenaga, bahkan latihan agar dikatakan intensif maka latihan keras pun dilakukan, hal ini akan kurang efektif hasilnya jika tidak memperhatikan kualitas latihannya.

Dengan demikian sebenarnya bagaimana suatu bentuk latihan itu akan dikatakan berkualitas ?
Beberapa ciri latihan berkualitas, yaitu :

a. Latihan atau dril-dril yang diberikan pelatih kepada KOHAI nya,adalah benar-benar bermanfat dan sesuai dengan kebutuhan seorang Karateka tersebut. Misalnya : Karateka A memiliki teknik tokui / andalan serangan rofel atau beruntun, maka pelatih hendaklah memberikan dril-dril yang sesuai dengan kebutuhan Karateka A, jangan memberikan dril-dril serangan tunggal. Namun demikian sebagai bentuk dari variasi latihan, tidak menutup kemungkinan untuk tetap memberikan teknik-teknik lain diluar teknik andalan atau Tokuinya. Contoh lain ketika seorang pelatih KATA akan mendrill KATA andalan atau KATA Tokuinya yaitu Unshu, maka drill lah Kata Unshu sebagai Kata Andalan, sehingga latihan itu akan lebih bermanfaat bagi yang dilatihnya.

b. Koreksi yang tetap dan kontruktif selalu diberikan sesegera mungkin ketika Karateka melakukan kesalahan teknik. Sehingga kesalahan itu tidak menjadi ”handicaping habit” atau kebiasaan salah. Sebagai contoh misalnya seorang Karateka yang akan melakukan teknik Gyaku Tsuki, dengan cara menarik terlebih ke belakang, sebelum tangan aktif yang akan dipakai untuk melakukan pukulan. Segeralah diperbaiki agar tidak menjadi kebiasaan.

c. Berikan pengawasan yang teliti dan lebih detail terhadap suatu teknik yang benar. Jika terjadi kesulitan dilapangan pada seorang pelatih yang tidak bisa memberikan teknik yang benar, maka pelatih bisa meminta bantuan seorang Karateka yang telah menguasai teknik itu atau bisa menunjukannya dengan memutar video.
Tidak kalah pentingnya adalah kebiasaan seorang pelatih yang ingin memberikan waktu latihan pada durasi yang lebih lama, dengan harapan latihan akan berhasil. Hal ini kurang efektif jika dibandingkan dengan latihan pada durasi yang bermanfaat. Jika berlangsung terlalu lama dan terlalu melelahkan maka harus diantisipasi kemungkinan Karateka akan mengalami kejenuhan, memandang setiap latihan adalah penyiksaan, sehinggga hari-hari berikutnya dipandang sebagai sesuatu yang tidak bisa dinikmati lagi.

2.9. Variasi Latihan

Latihan-latihan yang dilakukan secara terus menerus, yang dilakukan secara benar, yang dilakukan pada kurun waktu tertentu, latihan yang dilakukan dengan intensif dan sungguh-sungguh, seringkali
menimbulkan kebosanan berlatih atau Boredom. Perasaan ini akan terjadi pada Karateka di level manapun. Perasaan ini akan menyebabkan latihan menurun, motivasi berlatih juga menurun bahkan harus diwaspadai kondisi ini akan menyebabkan atlet kehilangan kemampuan, jika dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan prestasipun akan menurun.

Seorang pelatih dituntut untuk lebih jeli menanggapi keadaan ini. Sehingga tanpa mengurangi tujuan dari satu bentuk latihan, maka berikanlah latihan tersebut dengan model atau cara yang lain. Misalnya pelatih ingin memberikan latihan kecepatan tangan, tidak selalu dengan teknik cudan stuki, tapi berikan berikan bentuk latihan pendukung misalnya dengan menggunakan bola basket dan lakukan teknik cestpass secepat-cepatnya, baik berpasangan maupun dipantulkan kedinding.

Misalnya untuk melatih daya ledak teknik maegeri, tidak selalu harus dengan teknik maegeri tetapi berikanlah latihan dengan bentuk fisik pendukung untuk teknik tersebut misalnya : pliometrik, yaitu loncat satu kaki, dua kaki dengan berbagai variasi. Contoh lain pelatih akan memberikan latihan peningkatan kondisi fisik dengan materi lari. Jika lari dilakukan didalam ruangan dengan waktu 15 menit, otomatis akan menimbulkan kebosanan pada Karateka yang sedang berlatih, maka lakukanlah dengan bentuk latihan yang lain seperti fertlek, cross country atau lari di alam terbuka. Selain bentuk-bentuk latihan seperti itu dilakukan dengan gembira, juga akan lebih segar serta akan memberikan kesan kepada Karateka, bahwa latihan tidak cepat cape, padahal latihan tersebut lebih intensif dan lebih padat. Hal lain beberapa komponen kondisi fisik terlatih secara bersamaan antara lain daya tahan umum, kekuatan, koordinasi gerak, kecepatan, serta unsur-unsur lainya.

2.10. Volume Latihan

Volume latihan, lebih mendekati pada hal-hal yang berhubungan dengan banyaknya, lamanya suatu teknik atau latihan fisik itu dilakukan. Misalnya seorang pelatih ingin melatih Karatenya suatu teknik atau drill agar terjadi otomatisasi gerak, maka cenderung melatih teknik teknik tersebut dengan berulang-ulang, suatu gerakan hingga jumlahnya ratusan kali. Demikian halnya dengan melatih fisik , misalnya seorang Karateka harus lari mengelilingi lapangan sepak bola sebanyak 10 x atau 25 x atau harus berlari selama satu jam.
Disini terlihat bahwa volume lebih berhubungan dengan sesuatu yang dilakukan dengan banyak atau waktu yang lama. Tetapi tidak berlaku kedua-duanya pada satu season latihan.

2.11. Penerapan Sasaran

Pada dasarnya orang memiliki sasaran atau target dalam tujuan hidupnya. Demikian pula dengan pelatih, atlet dan pengurus. Pada kurun waktu tertentu sasaran telah ditetapkan dengan tujuan jangka pendek, jangka-menengah dan jangka panjang. Mengapa sasaran ini perlu diterapkan ?

a. Sasaran perlu ditetapkan agar dapat membangkitkan motivasi baik bagi pelatih, maupun bagi Karateka yang kita latih.

b. Karena ada suatu yang dituju, ada sesuatu yang diharapkan, serta mental pelatih maupun Karateka yang dilatih merasa wajib, dan terikat untukmencapai sasaran tersebut.

c. Jika sasaran tersebut tercapai bukan hanya Karateka yang kita latih yang akan bangga, tetapi pelatih, pengurus dan pihak-pihak terkait akan merasa bangga. Dan dengan suatu keberhasilan tertentu akan mendorong untuk meraih sukses yang lebih tinggi .

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menetapkan sasaran :

a. Harus ditetapkan dengan jelas sasaran untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
b. Sasaran harus spesifik dan dapat diukur seobjektif mungkin
c. Sasaran harus cukup berat untuk dicapai namun realistik serta masih dalam batasan kemampuan atlet untuk
   dicapai.
d. Sasaran sebaiknya ditetapkan bersama oleh pelatih dan atlet, sehingga diketahui dan terbuka
e. Sasaran ditetapkan secara tertulis
f. Sasaran sebaiknya menekankan pada keberhasilan melakukan suatu keterampilan dan bukan pada hasil
   melakukan keteranpilan. Contoh : pada waktu melakukan serangan, jangan difokuskan pada hasil mencapai
   target, melainkan pada kesempurnaan teknik.




Kepustakaan
Ardle, W., et.al.1986. Exercise Ohysiology, Energy, Nutrition and Human Performance, Lea and Febiger, Philadelphia.
Arnnheim, D., and Klasfs, E., 1981. Modern Principles of Athletic of Training, The C.V. Mosby Company, London
Bompa, T. And Carmichael. 1990. Periodesation of Training for Long term Athletics Success, Australia Olympic Commite
Bompa, T. 1990. Theory and Methodology of Training, Second Edition, Kendal and Hunt Publishing Company, Dubugue, Iowa
Costill, D., and Wilmore, J. 1994. Physiology of Sport and Exercise, Human Kinetics, USA
Harsono. 1988. Coaching dan Aspek-aspek Psikologi dalam Coaching, Tambak Kusuma , Jakarta

Jumat, 31 Juli 2015

26 Kata Karate dan Artinya


Kata
Arti
Nama Asli
Heian Shodan
Pikiran yang damai (1)
Pinan Nidan
Heian Nidan
Pikiran yang damai (2)
Pinan Shodan
Heian Sandan
Pikiran yang damai (3)
Pinan Sandan
Heian Yondan
Pikiran yang damai (4)
Pinan Yondan
Heian Godan
Pikiran yang damai (5)
Pinan Godan
Tekki Shodan
Satria yang kuat, kuda-kuda yang kuat (1)
Naihanchi
Tekki Nidan
Satria yang kuat, kuda-kuda yang kuat (2)
Tekki Sandan
Satria yang kuat, kuda-kuda yang kuat (3)
Bassai Dai
Menembus benteng (besar)
Passai
Kanku Dai
Menatap langit (besar)
Kushanku
Enpi
Burung layang-layang terbang
Wanshu
Hangetsu
Bulan separuh
Seishan
Jion
Nama biksu Budha, pengampunan
Jion
Nijushiho
24 langkah
Niseishi
Sochin
Memberi kedamaian bagi orang banyak
Sochin
Bassai Sho
Menembus benteng (kecil)
Kanku Sho
Menatap langit (kecil)
Jitte
Bertarung seolah-olah dengan kekuatan 10 orang
Jitte
Chinte
Tangan yang luar biasa
Chinte
Meikyo
Cermin jiwa
Rohai
Jiin
Gema Kuil, Dasar kuil
Gankaku
Bangau diatas batu
Chinto
Wankan
Mahkota raja
Wankan
Gojushiho Sho
54 langkah (kecil)
Gojushiho Dai
54 langkah (besar)
Useishi
Unsu
Tangan seperti (menyibak) awan di angkasa
Hakko

Kamis, 23 Juli 2015

Hingga kapan kita berlatih dan mengamalkan karate?


Salam Karate Oss

3 dari 20 Filosofi Karate Gichin Funakoshi diantaranya:
1. "Mempelajari Karate memerlukan waktu seumur hidup dan tak punya batasan"
2. Karate seperti air yang mendidih, jika kamu tidak memanaskannya secara teratur, ia akan menjadi dingin”
3. "Masukan Karate dalam keseharianmu, maka kamu akan menemukan Myo"

Dari ketiga filosofi di atas kita bisa tahu sampai kapan kita mempelajari dan mengamalkan Karate.   Seandainya kita baru mempelajari karate dengan tingkatan sabuk putih. maka kita wajib melaksanakan semua ilmu yang kita dapatkan dari senior (senpai) kita. Meskipun dalam tahap ini mungkin kita baru mengenal sumpah karate saja. Sumpah karate menjadi salah satu pedoman dalam hidup kita untuk selalu berada di jalan kebenaran.
Begitupun ketika kita telah menjadi seorang yudansha yang menyandang sabuk hitam. Sangat disayangkan jika kita berhenti berlatih dan mengamalkan karate. dan jika berhenti berarti kita telah melanggar 3 dari 10 filosofi karate. Hal ini lebih disayangkan jika terjadi kareni lebih terhormat seorang sabuk pemula namun mengamalkan secara konsisten filosofi karate dibanding dengan karateka Dan III yang berhenti berlatih dan mengamalkan karate.
Semoga dengan tulisan ini dapat menggugah hati kita untuk selalu mencari Myo (sesuatu yang tersembunyi) dalam ilmu karate. Karena sabuk yang tinggi tidak berguna jika tidak dilatih dan diamalkan dalam kehidupan.
Oss

Minggu, 14 Desember 2014

Upacara Tradisi Karate

Dilakukan pada saat sebelum dan sesudah latihan karate, ujian kenaikan tingkat (Kyu maupun DAN), demonstrasi pertandingan, rapat lengkap organisasi dan kongres.

Upacara tradisi karate terdiri dari :

1. Menyiapkan karateka secara tata upacara karate.
2. Pembacaan Sumpah Karate.
3. Menenangkan pikiran (makusho).
4. Penghormatan terhadap bendera negara Indonesia, serta lambang INKANAS dan FORKI
5. Penghormatan lengkap terhadap pelatih, sesama karateka, dan tempat latihan (dojo).


Tata cara upacara karate disusun sebagai berikut :

* Barisan disusun secara senioritas berurut dari kanan ke kiri.
* Pimpinan upacara adalah Majelis Sabuk Hitam yang mengambil tempat didepan barisan (saf) kohai.
* Pengucapan sumpah karate oleh tingkatan kyu paling senior.
* Upacara diusahakan tersedia bendera negara dan bendera perguruan serta induk organisasi olah raga.
* Upacara yang dihadiri lebih dari satu orang majelis sabuk hitam maka barisan disusun secara senioritas mulai dari paling kanan barisan.

Rabu, 10 Desember 2014

Istilah-istilah dalam Karate



TINGKATAN DALAM KARATE
 Nmr Kata Arti Kata
 1 KYU Tingkatan Dibawah Sabuk Hitam
 2 DAN Tingkatan Sabuk Hitam Dari DAN 1 Sampai DAN 10
 3 MUDANSHA Tanpa Tingkatan,Khusus Bagi Murid Dibawah Sabuk Hitam
 4 YUDANSHA Sabuk Hitan Dari DAN 1 Sampai DAN 10


KEDUDUKAN PERSONAL
 Nmr KataArti Kata 
DENSHI  Semua murid-murid tanpa menghiraukann tingkatan
KOHAIMurid yunior 
SENPAI 

Kakak perguruan senior 
 4SENSEI  Guru (Sabuk Hitam) yang berkompeten mengajar 
 5SHIHAN Master (instruktur) tingkatan yang sangat tinggi, di atas DAN V 






















TINGKATAN DALAM SABUK
Nmr  Kata Arti Kata
SHODAN   Sabuk Hitam DAN I 
NIDAN   Sabuk Hitam DAN II 
 3 SANDAN  Sabuk Hitam DAN III
4YONDAN  Sabuk Hitam DAN IV 
GODAN  Sabuk Hitam DAN V 
 6ROKUDAN  Sabuk Hitam DAN VI 
SHICHIDAN Sabuk Hitam DAN VII 
8HACHIDAN  Sabuk Hitam DAN VIII 
 9KUDAN  Sabuk Hitam DAN IX 
10 JUDAN  Sabuk Hitam DAN X 


ISTILAH DAN EKSPRESI
 NmrKata Arti Kata 
CHUDAN Tingkat menengah 
 2CHUI  Peringatan 
 3DESHI  Murid 
 4DOJO Pedepokan/Tempat latihan 
GEDAN   Tingkatan lebih rendah 
 6HAJIME    Mulai 
 7JODAN  Tingkatan lebih tinggi     
 8KATA Rangkaian gerakan karate 
 9KARATE-GI   Seragam karate 
 10KIAIMetode yg khas dlm beladiri Jepang 
 11 KIHON  Latihan Dasar 
 12KIHON KUMITE Lawan yg sdh diatur sebelumnya 
13 KIME    Konsentrasi penuh dlm penghimpun tenaga 
14 KUMITE  Perkelahian   
 15MA-AI Jarak 
 16 MAWATE Berbalik 
17 MAKIWARA  Pemecahan 
18 OSS  Sapaan karateka 
19 SEI-AIEven
 20 SHOBU   Pertarungan
 21 SHOMEN   Ruang buat tamu khusus
 22 YAME  Berhenti
 23 YOI   Bersiap



KUDA-KUDA
NmrKata Arti Kata 
DACHI  Cara berdiri 
 2FUDO DACHISikap dasar berdiri 
 3HEISUKO DACHISikap berdiri bebas 
 4JIYO DACHIBerdiri dg sikap bebas
KOKUTSU DACHIBerdiri membelakangi
 6MAE DACHI Berdiri dg mengarah ke depan
 7NIKO ASHI DACHICat Stance
 8SANCHIN DACHIHour glass stance
 9ZENKUTSU DACHI Berdiri mengedepan

ISTILAH UMUM
Nmr Kata Arti Kata
 1 Budo   Cara perang (bela diri)
 2 Budoka     Orang yang belajar seni perang (bela diri)
 3 Bushido   Cara dari pahlawan/pejuang (kode hormat dari samurai)
 4 Dai      Lebih besar, besar
 5 DAN   Derajat utama (Tingkatan dalam sabuk hitam)
 6 Deshi   Murid
 7 Do   Jalan, cara
 8 Doji  Simultan, bersama
 9 Dojo Tempat latihan
 10 Dojo-kun Peraturan tempat latihan
 11 Embusen   Garis pergerakan (dalam KATA)
 12 Enoy Semangat persiapan
 13 Fudokan   Pondasi rumah kandang kuda
 14 Gasshuku   Latihan bersama (= penyeragaman teknik)
 15 Gi  Seragam
 16 Gohon   Kelima
 17 Gohon kumite  Pertarungan (kumite) lima langkah
 18 Go no sen  Membiarkan diserang dahulu dgn tujuan untuk membalas
 19 Goshin   Bela diri
 20 Hai      Ya
 21 Han    Setengah
 22 Hanmi Menghadap ke depan (45 derajat, didepan lawan)
 23 Happo kumité  Kumite melawan beberapa lawan dari berbagai arah
 24 Hara   Perut; bagian tengah dari tubuh
 25 Heiko  Keseimbangan
 26 Hombu Dojo utama/inti
 27 Hyosh  Penentuan waktu / irama
 27 Iee Iie Tidak
 27 Jikan  Waktu
 30 Jiyyu kumite  Pertarungan (kumite) bebas
 31 Jutsu  Seni, kemampuan
 32 Ka   Pelajar, siswa
 33 Kamae  Bersiap
 34 Kan    Aula
 35 Kara  Kosong
 36 Karate  Tangan kosong
 37 Karate Do   Cara karate
 38 Karateka  Orang yang belajar karate
 39 Karategi Pakaian karate
 40 Kata   Bentuk latihan (=jurus); bahu
 41 Ki Kekuatan bagian dalam
 42 Kiai Teriakan semangat / peledakan energi
 43 Kihon Dasar
 44 Kihon ippon kumite  Teknik dasar suatu pertarungan (kumite)
 45 Kime Pemusatan semua kekuatan di satu titik dgn suatu teknik
 46 Ko waza Semua ilmu tentang teknik tangan
 47 Kohai Yunior; adik seperguruan
 48 Kokyu Pernafasan
 49 Kumite Pertarungan / pertempuran
 50 Kun Sumpah / peraturan
 51 Kyu Rangking; tingkatan
 52 Ma ai Jarak
 53 Makiwara Papan lentur (=Papan dililit tali jerami & ditanam ke tanah)
 54 Makuso Meditasi (=menghayati, menenangkan pikiran)
 55 Narande  Berbaris
 56 Obi Sabuk; ikat pinggang
 57 Osh  Secara umum, mengandung pengertian "Ya, saya mengerti"
 58 Oshinabu Pantang menyerah
 59 Osu "Saya mengerti dan akan mencoba yang sebaik mungkin"
 60 Otoshi Menjatuhkan
 61 Oyo kumité Pertarungan (kumite) menghadapi beberapa lawan
 62 Randori Latihan pertarungan (kumite) bebas
 63 Rei Menunduk; sapaan (tanda dari hormat)
 64 Renmei Perserikatan, asosiasi, anggaran dasar
 65 Ryo Berdua (=keduanya)
 66 Ryu  Sekolah, aliran
 67 Sanbon kumite Pertarungan (kumite) tiga serangan
 68 Satori Penjelasan dalam seni bela diri
 69 Seiretsu Rangking (tingkatan) berdasarkan garis
 70 Seiza Meditasi (=menenangkan pikiran) dengan posisi berlutut
 71 Sen Inisiatif
 72 Sensei Guru, ahli
 73 Sensei ni Menghadap guru
 74 Sempai Senior, kakak seperguruan
 75 Shiai Turnamen, kompetisi, kejuaraan
 76 Shihan Orang yang sangat ahli
 77 Shin Semangat
 78 Shitei Hubungan antara guru dengan murid
 79 Shito Pertarungan (kumite) hidup atau mati
 80 Shoto   Pergerakan cemara / nama samaran Funakoshi
 81 Shotokan Rumah dari Shoto ; "Laut Rindu"; nama samaran Funakoshi
 82 Sokumen Samping
 83 Sonkei Hormat
 84 Soto Luar
 85 Taisho Pemanasan
 86 Tate Vertikal
 87 Te Tangan
 88 Tokui Kesukaan, pilihan
 89 Tori Penyerang
 90 Wa Harmoni
 91 Waza Teknik
 92 Wazari  Setengah poin (nilai setengah)
 93 Yame Berhenti
 94 Yasume Rileks (atau posisi siap)
 95 Yoi Siap
 96 Yakusoku kumité Pengaturan kumite
 97 Zanshin Keseimbangan dan pengontrolan, kesadaran

TEKNIK KARATE :
 Nmr Kata Arti Kata
 1 Age Naik, keatas
 2 Age empi Sikutan keatas
 3 Age te Angkat tangan; tangan keatas
 4 Age tsuki  Hantaman (pukulan) naik keatas
 5 Age uke Tangkisan dari bawah ke atas
 6 Ai Pemfokusan/pemusatan
 7 Ashi Kaki
 8 Ashi barai Sapuan kaki
 9 Ashi geri Tendangan kaki depan
 10 Ashi sabaki Pergerakan kaki
 11 Ashikubi Mata kaki
 12 Atama Kepala
 13 Ate Benturan/tangkisan
 14 Awase  Dikombinasikan
 15 Awase shuto age uke Dikombinasikan tangkisan pisau tangan
 16 Awase tsuki Pukulan "U"
 17 Choku tsuki Pukulan lurus
 18 Chudan Bagian tengah
 19 Dachi Kuda-kuda (cara berdiri)/posisi
 20 Empi (Hiji) Siku
21  Empi uchi  Tangkisan siku
 22 Empi uke Tangkisan sikut
 23 Engetsu uke Tangkisan kaki melingkar
 24 Ensho Bagian belakang dari tumit sepatu
 25 Fudo dachi Kuda-kuda (cara berdiri/posisi) bertempur
 26 Fumi kiri Tendangan menggunting
 27 Fumikomi  Tendangan menempel
 28 Gamae Menarik
 29 Gedan Tingkat rendah, bawah
 30 Gedan barai  Penangkisan (pertahanan) dari atas ke bawah
 31 Gedan tsuki (zuki)  Pukulan mengarah ke bawah
 32 Gedan uke Tangkisan ke bawah
 33 Geri  Tendangan
 34 Geri waza Ilmu pengetahuan tentang teknik kaki
 35 Gyaku Kebalikan / balasan
 36 Gyaku haito uchi  Tangkisan balasan berupa pukulan
 37 Gyaku tsuki Pukulan balasan
 38 Hachiji dachi Posisi (kuda-kuda) alamiah
 39 Haishu Belakang tangan
40 Haishu uke Tangkisan belakang tangan
41 Haito Punggung tangan
42 Haito uchi Tangkisan punggung tangan
43 Haishu uchi Tangkisan tangan belakang
44  Haiwan Belakang lengan
45  Haiwan nagashi uke  Tangkisan sapuan belakang lengan
46  Hangetsu dachi Posisi (kuda-kuda) jam gelas - melebar
47  Hidari Kiri
48  Heisuko Puncak dari kaki (kaki paling atas)
49  Heisoku dachi Posisi (kuda-kuda) dalam keadaan formal
50  Hidari ashi orishiku  Lutut kaki kiri
51  Hikite Kedua tangan ditarik kembali
52  Hiraken Kepalan sendi engsel bagian depan
 53 Hiraken uchi Sasaran sendi engsel bagian depan
54 Hiza (Hitsui) Lutut
55  Hiza age ate Tangkisan lutut keatas
56  Hiza geri Tangkisan/tendangan lutut
57  Ippon ken Satu kepalan sendi engsel
58 Ippon ken tsuki Satu pukulan kepalan sendi engsel (Hangetsu)
59  Ippon kumite Pertarungan (kumite) satu langkah
 60Ippon nukite   Serangan satu jari tangan 
61 Ippon nukite uchi    Tangkisan satu jari 
 62Jiku ashi  Pusat putaran kaki 
63 Jiyu dachi   Posisi (kuda-kuda) bebas 
 64Jiyu ippon kumite  Satu serangan dari posisi pertarungan (kumite) bebas
65 Jodan         Tingkat yang lebih tinggi dari kepala
 66Juji uke  Tangkisan menyilang (x) 
67 Kage uki  Tangkisan berkait
 68Kage zuki   Pukulan berkait
69 Kai ashi   Langkah ke depan
 70 KaishuTangan terbuka
 71Kaiten  Perputaran
72 Kakato  Tumit kaki
 73 Kakato geri Tendangan tumit (dari atas ke bawah)
74 Kakiwaki uke  Tangkisan langkah pertama dari kekalahan
75  Karate ni sente nashi  Karate bukanlah yang bergerak pertama kali
 76 Karate wa sente nari  Karate lah yang bergerak pertama kali
77  Keage Tendangan ayunan yang melingkar ke depan/ke belakang
 78Keito uke  Tangkisan pergelangan tangan (kepala ayam)
 79KekomiTendangan menekan
 80 Ken  Tinju
81 Kesa geri  Tendangan diagonal
82  Kensei   Teknik yang dilaksanakan dengan kiai yang diam
83 Kiba dachi  Posisi (kuda-kuda) menunggang kuda
 84 Kin geri  Tendangan selangkang
 85 Kizami tsuki Pukulan pertama dengan tinju (tangan) yang di depan
86  Koko uchi Tangkisan mulut harimau
87  Kokutsu dachi   Posisi (kuda-kuda) belakang
 88Kosa Penyeberangan 
 89 Kosa dachi Posisi (kuda-kuda) menyeberang 
90 Kosa uke   Tangkisan menyilang
91  Koshi Bola kaki
92  Koshi kaiten Perputaran pinggul
 93 Koshi sabaki  Pergerakan pinggul
 94 Kuatsu Ilmu pengetahuan tentang kebangkitan
 95KumadeTangan beruang (teknik tangan)
 96Kumade uchiTangkisan cakaran beruang
 97Kuzushi waza  Teknik untuk mematahkan keseimbangan
 98Mae  Depan 
99Mae empi Serangan menyiku ke depan
100 Mae empi uchi Tangkisan depan menyiku 
101 Mae geri keage Tendangan tamparan kaki depan 
102 Mae geri kekomi Tendangan menempel (menyodok) kaki depan 
103  Manji ukeTangkisan tinggi/rendah 
104  Mawashi Berputar
105  Mawashi empi uchiTangkisan siku memutar 
106  Mawashi geri Tendangan memutar
107 Mawashi tsukiPukulan (tinju) memutar 
 108Mawatte   Berputar ke belakang (menghadap ke belakang)
 109 Metsuke  Melihat
 110 Migi Kanan
 111 Migi ashi orishikuSikutan lutut kanan 
112 Mika zuki geri  Tendangan tambahan
113 Morote uke  Meningkatkan tangkisan
 114 Morote tsukiPukulan sejajar (paralel) 
115  Moto dachi Posisi (kuda-kuda) asli
116  Musubi dachi Posisi (kuda-kuda) berdiri formal (kaki membentuk "V") 
117  Naiwan     Tangkisan menyapu
 118 Nakadaka ippon kenBelakang lengan 
 119Name ashi geriTendangan gelombang yang berputar
120  Nami ashi  Tangkisan kaki kedalam
121 Naore  Kembali ke posisi (kuda-kuda) Shizen-tai
 122 Neko ashi dachi Posisi (kuda-kuda) kucing
123 Nidan geri  Tendangan ganda
124 Nihon nukite  Kepalan dengan dua jari lurus (telunjuk & jari tengah) 
 125Nihon nukite uchi  Tangkisan dengan dua jari lurus (telunjuk & jari tengah)
 126Nihon tsuki   Pukulan ganda
 127Nukite   Pukulan dengan jari lurus kecuali ibu jari (tangan terbuka)
 128 Oi tsuki Pukulan menerjang/menghujam
 129 Oi gyaku tsuki Pukulan menerjang kembali
 130 Osae Menekan; memaksa
131 Osaekomi waza Pegangan 
 132 Osae uke Tangkisan memegang
 133 Otoshi empi uchi Tangkisan siku kebawah
 134Otoshi tsuki  Pukulan kebawah
 135 Otoshi uke Tangkisan kebawah
 136 Ren geri  Tendangan ganda; kombinasi tendangan
 137 Renoji dachi Posisi (kuda-kuda) L
 138Ren tsuki  Pukulan ganda; kombinasi pukulan 
139Renzoku wazaKeseluruhan ilmu pengetahuan tentang teknik kombinasi
140 Ryoken Kedua pukulan 
141  RyowanKedua lengan 
142 Ryowan uchi uke  Tangkisan ganda kedalam
143  SaiPisau bercabang dua 
 144Sabaki Gerakan dalam ruang 
145 Sanbon tsuki  Pukulan (tinju) tiga kali 
 146Sanchin dachi Posisi (kuda-kuda) jam gelas 
 147 San tsuki Tiga pukulan
148  Sashi ashiMelangkahi 
 149Seiken  Kepalan (tinju) bagian depan
150 Seiryuto uke  Tangkisan lembu jantan 
 151Sen no sen Menyerang ketika lawan juga menyerang 
152 Sen sen no sen Menyerang terlebih dahulu sebelum lawan memulai 
153 Shihon nukite uchi   Tangkisan tangan tombak
154Shiko dachi  Bergerak kesamping - mengarahkan posisi kaki
 155 Shime waza Keseluruhan ilmu pengetahuan tentang teknik mencekik
156 Shintai Pergerakan tubuh
157 Shizen tai dachi Posisi (kuda-kuda) berdiri biasa; posisi rileks 
 158 ShoLebih sedikit / lebih kecil, kecil, berawal 
159 ShoreiLambat, pergerakan yang kuat, penekanan kekuatan
160  Shorin  Pergerakan yang cepat, penekanan kecepatan 
161  Shuto uchiTangkisan pisau tangan (dari dalam) 
 162 Shuto ukeTangkisan pisau tangan 
 163 Sochin dachiPosisi (kuda-kuda) kaki mengangkang 
164  SoeteTangan terbuka 
 165Sokumen awase uke  Kombinasi tangkisan samping
 166 Sokuto Tepi luar (pisau) dari kaki
167 Soto mikazuki geri  Tendangan bulan sabit dari samping
168  Soto shuto uchi Tangkisan pisau tangan samping
 169Soto ude uke  Tangkisan sebelah luar lengan 
 170Sukui Menyodok 
171  Sukui uke  Tangkisan menyodok
172  Sun dome  Teknik menghentikan serangan sebelum mengenai sasaran
 173Suri ashi Gerakan meluncur (dimulai dari kaki depan) 
174  TaiTubuh; posisi menanti 
 175 Tai sabaki Pergeseran tubuh
 176 Taikyoku Penyebab pertama
177  TameshiwaraPercobaan dengan mematahkan 
178  Tameshiwari Pemecahan benda keras 
179  Tate empi uchi Tangkisan siku keatas
 180 Tate ken Tinju keatas
 181Tate shuto Pisau tangan keatas 
 182 Tate shuto ukeTangkisan pisau tangan keatas 
 183Tate tsuki  Pukulan tinju keatas
 184Te nagashi uke  Tangkisan berupan sapuan (elak) tangan 
 185 Teiji dachi Posisi (kuda-kuda) T
 186Teisho  Penyembunyian tumit kaki 
 187 Teisho uchi Bergerak dengan bola ibu jari
 188 Teisoku Bagian bawah kaki
189  Tekubi Pergelangan tangan
190 Tettsui   Tangkisan pukulan palu, kepalan bawah 
191 Tettsui uchi Tangkisan kepalan bawah 
 192Te wazza Teknik tangan 
 193Tobi  Melompat 
194  Tobi geri Tendangan melompat 
 195Tsugi ashi  Teknik meluncur (dimulai dari kaki belakang)
 196 TsukamiCadangan 
197 Tsukami uke  Tangkisan cadangan 
198 Tsuki (Zuki) Pukulan 
 199Tsuki wazaIlmu pengetahuan tentang memukul
 200 Tsumasaki  Saran (dari Jari atau Jari Kaki)
 201Tsuru ashi dachi  Posisi (kuda-kuda) menjulur 
 202Uchi Dalam, tangkisan 
 203Uchi majiri  Teriakan (perkelahian)
204 Uchi mikazuki geri  Tendangan bulan sabit dari dalam
 205 Uchi shuto uchi Tangkisan pisau tangan dari dalam
 206 Uchi ude uke  Tangkisan lengan bawah dari dalam
 207 Uchi waza Ilmu pengetahuan tentang teknik menghembus
208  Ude Lengan bawah
209  Uke Tangkisan
 210 Uke waza Ilmu pengetahuan tentang teknik menangkis dan bertahan
 211 Ukemi Jatuh, latihan jatuh
 212 Ura tsuki Pukulan (tinju) tertutup
 213 Uraken Tinju (pukul) kembali
214  Uraken uchi Tangkisan kembali
 215 Uramawashi geri Tendangan setengah melingkar berbalik
 216Ushiro    Belakang 
217  Ushiro empi Sikutan berputar kebelakang
 218 Ushiro empi uchi Sikutan kembali berputar kebelakang
 219Ushiro geri  Tendangan belakang dengan cara menghujam
 220 Ushiro mawashi geri Tendangan belakang setengah melingkar
 221 Ushiro uramawashi geri  Tendangan berputar kebelakang dengan setengah lingkaran
222  Wan Lengan
 223 Washide uchiTangkisan patukan elang 
 224 Yama tsuki Pukulan (tinju) melebar "U"
 225 Yoko Samping
 226Yoko empi Sikutan samping 
 227Yoko empi uchi Tangkisan siku samping 
 228Yoko mawashi empi uchi Tangkisan siku samping menyodok
 229 Yoko geri Tendangan samping
 230 Yoko geri keageTendangan samping menempel 
 231 Yoko geri kekomi  Tendangan samping menyodok
 232Yori ashi  Peluncuran kaki
 233 Zenkutsu dachiPosisi (kuda-kuda) depan 
 234Posisi (kuda-kuda) depan Pukulan (tinju) 



KATA :
Bassai                                      Angin ribut dari benteng
Chinte                                      Tangan China/Tangan luar biasa
Enpi                                         Walet terbang
Gankaku                                  Menjulur di batu
Gojushiho                                Empat puluh empat langkah
Hangetsu                                 Pertambahan / setengah bulan
Heian                                       Pikiran yang tentram (tenang)
Ji'in                                          Tanah kuil, atau taman
Jion                                         Nama candi Budha; Penghormatan kepada Budha
Jitte                                        Sepuluh tangan
Kanku                                      Melihat ke langit
Meikyo                                    Cermin yang terang (jernih/bening)
Nijushiho                                 Dua puluh empat langkah
Sochin                                     Posisi (kuda-kuda) tidak bergerak
Tekki                                       Kuda besi, kesatria besi
Unsu                                       Tangan seperti awan
Wankan                                  Mahkota raja
WARNA :
Shiro                                       Putih
Ki                                            Kuning
Midori                                     Hijau
Murasaki                                Ungu
Cha                                        Coklat
Kuro                                       Hitam
Aka                                        Merah
Ao                                          Biru

PERTANDINGAN :
Aiuchi                                     Bersamaan/serentak
Bunkai                                    Aplikasi KATA dengan partner
Chui                                       Peringatan
Encho                                    Ekstensi
Encho sen                             Ekstensi dari lamanya waktu pertarungan (dalam pertandingan)
Hajime                                   Mulai
Hansoku                                Diskualifikasi
Hantei                                   Keputusan
Hikiwake                                Draw; seri
Ippon                                    Pertama (=satu poin)
Jogai                                     Melewati batas
Keikoku                                 Peringatan keras
Nihon                                    Kedua (=dua poin)
Otaigai ni                              Saling berhadapan satu sama lain
Rei                                        Hormat
Sai Shiai                                Ekstensi dari lamanya waktu pertandingan tambahan (10 menit)
Sanbon                                 Ketiga (=tiga poin)
Sanbon shobu                      Pertarungan (kumite) tiga poin (nilai)
Sanbon shobu hajime           Pertarungan (kumite) tiga poin (nilai) dimulai
Shiai jo                                  Area pertandingan (ukuran = 8-10 meter bujursangkar)
Shobu                                   Kompetisi
Shomen Ni                            Menghadap ke depan
Shushin                                Wasit
Tokui                                    Kesukaan, pilihan
Wazari                                 Setengah poin (nilai setengah)
NOMOR :
Ichi                                       1
Ni                                          2
San                                       3
Shi                                        4
Go                                         5
Roku                                     6
Sichi                                      7
Hachi                                    8
Ku                                         9
Jyu                                          :
10
Jyu Ichi                               :11
Ni Jyu                                   :20
Hyaku                                  :100

sumber: https://sites.google.com